H. Masrur Makmur La Tanro, Bisnis Bukan Hanya Pada Produk Tapi Kualitas

STAI Denpasar. Ac. Id - Seminar Nasional dalam rangka Festival Ekonomi Syari’ah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan STAI Denpasar dengan tema Ekonomi dan Keuangan Syari’ah Untuk Mensejahterakan Rakyat bertempat di ruang Perpustakaan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali, Renon, Denpasar. (20/5/2020)

Dirut PT. Bali Maspintjinra AMC H. Masrur Makmur La Tanro dalam penyampaian mengatakan bahwa untuk menguatkan ekonomi syari’ah perlu adanya semangat kebersamaan.

Pada tahun 2014 hampir seluruh pendanaan pendirian cabang Money Changer PT. Bali Manspintjinra AMC semuanya dari bank syari’ah dengan nilai 15 Milyar. Walaupun pada waktu itu Bank konvensional menawarkan bunga lebih kecil dari pada bank yang berbasis syari’ah yang bedanya sekitar 2 %. Ungkap Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Bali

Prefensliterasi untuk membaca ekonomi syari’ah hanya mencapai angka 30 %. Maka dari itu, kita harus berusaha  dan yakin ekonomi syari’ah itu sebagai penopang ekonomi kita. Ujarnya

Selain itu, beliau mengingatkan bahwa harta tidak mampu mengupgrade kita ke surga karena secara emplisit jika harta itu ingin langgeng harus dinikmati oleh orang banyak. Terang Pembina Pondok Pesantren Modern Islam Shohwatul Is'ad, Pangkep, Enrekang, Sulawesi Selatan

Surah An Naml memiliki arti semut diabdikan dalam Al Qur'an. Perllu diketahui bahwa usia semut 6 bulan, tapi mampu menyimpan makanan sampai enam tahun. Semut mampu mendeposito makanan hingga lamanya. Maka, jika kita mampu  hidup sebenarnya mampu menyimpan makanan sampai 700 tahun yang dapat dinikmato oleh keturunan-keturunan kita.

Lalu bagaimana caranya, kemudian beliau mengatakan bahwa semut adalah makhluk yang bergerak,  dan jika ketemu sesama teman silaturrahim (saling menempel), ketiga, jika menemukan makanan maka dia mencari teman untuk saling membantu angkat.

Dalam hadits diingatkan bahwa harta itu harus dibagi tiga, sepertiganya digunakan, kemudian sepertiganya dibagi dan sepertiganya diinvestasikan saat ini khususnya dimasa pandemi covid- 19 akan dapat kita rasakan. 

Beliau mengajak harus selalu bersinergi dengan bank syari’ah, jika ada kendala boleh jadi kurangnya pelayanan atau service bank syari’ah kepada nasabahnya dan tingkat kepuasan nasabah kepada bank syari’ah. Ujar Wakil Rais Syuriyah PWNU Bali

Selama harta itu bernuansa islami disitu ada nilai keberkahan, mari kita cintai bank syari’ah dengan cara bagaimana mana harta itu bisa dinikmati secara bersama-sama dan menjadi wadah rahmatan lil ‘alamin. Pungkasnya (Syahrial A)